Bisnis air minum isi ulang atau galon air merupakan bisnis yang tetap bisa survive di masa yang akan datang. Walaupun bisnis air minum isi ulang ini belakangan cukup menjamur, namun saya tidak boleh patah semangat untuk menekuninya, sebab semua orang butuh air, baik untuk minum ataupun keperluan kebutuhan yang lainnya. Menekuni bisnis ini tidaklah terlalu sulit pengelolaannya, dan juga tidak membutuhkan tempat yang luas namun harus berada pada tempat yang benar-benar strategis. Tempat depot galon air isi ulang yang strategis ini ternyata dapat mendongkrak penjualan sampai 50 % selain harga tentunya yang lebih kompetitif, karena orang sangat interest sekali untuk mendapatkan perbedaan harganya.
Sebagain besar perbedaan harga antara depot yang satu dengan yang lainnya itu tidak signifikan. Bahkan bisa dibilang bisnis ini mirip dengan jual voucer isi ulang, orang akan mencari tempat pengisian atau tempat depot air isi ulang walaupun perbedaan harga galon air isi ulang bisa dikatakan tipis. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah peluang yang menjanjikan. Banyak sekali tempat depot air isi ulang yang semakin sukses, karena bisnis tersebut sangat menjanjikan sekali. Menjalankan usaha ini bisa meraup keuntungan yang besar, karena masyarakat banyak yang beralih menggunakan jasa depot pengisian air isi ulang tersebut.
Langkah awal yang perlu di lakukan untuk menjalankan bisnis galon air isi ulang adalah menyediakan tempat di lokasi strategis. Kemudian mencari agen penyulingan dan juga perakitan alat pengisian ulang air mineral.
Kendala dalam menjalankan usaha ini adalah kepercayaan masyarakat, dimana masyarakat sangat peka dengan kualitas galon air kemasan yang di jual tersebut. Keberhasilan dalam menjalankan usaha ini antara lain bergantung pada beberapa hal:
- Kualitas air
- Harga per galon yang di tetapkan
- Layanan yang baik dan ramah
- Serta yang terpenting lokasi strategis depot isi ulang, lokasi yang di pilih antara lain perkantoran, serta kampus.
Promosi
memberikan bonus galon air isi ulang jika konsumen telah membeli beberapa kali (misalnya sepuluh kali) dengan menyerahkan bukti kuitansi/Kupon yang sudah ada.
Analisa ekonomi sederhananya:
Modal Awal
Tempat dan peralatan 36.000.000,-
Biaya operasional
Gaji pegawai 2 orang Rp. 1.200.000,-
Listrik dan air Rp.1.000.000,-
Tissue pembersih dan tutup gallon Rp.300.000,-
Perawatan Mesin Isi Ulang Rp.500.000,-
Perawatan Motor dan Bensin Rp.600.000,-
Total Rp.4.000.000,-
Perkiraan Omset :
40 Galon x Rp.5.000,- = Rp. 200.000,-/Hari
Rp.200.000,- x 30 hari = Rp. 6.000.000/Bulan
Perkiraan Laba/Bulan :
Rp.6.000.000 - Rp. 4.000.000 = Rp. 2.000.000,-
Perkiraan Break Event Point
Modal Awal = Rp. 36.000.000,- = 18 Bulan
Laba/Bulan Rp. 6.000.000